Ticker

6/recent/ticker-posts

OPINI : Pemuda dan Perubahan


Oleh: Abdul Wahab Nursyamsi (AWN)


إِذِ الْفَتَى حَسْبَ اعْتِقَادِهِ رُفِعْ # وَكُلُّ مَنْ لَمْ يَعْتَقِدْ لَم يَنْتَفِعْ

“Karena derajat seorang pemuda diukur dari keyakinannya. Bagi siapapun yang tidak punya yakin, maka ia tidak akan bisa mengambil manfaat.”

Suatu keharusan setiap orang beriman berserah diri hanya pada Sang Pencipta disamping keyakinan dan niat yang tulus Lillah. Sebab hal itu, kita bisa mengambil manfaat, kebaikan bagi diri dan juga bagi orang yang membutuhkan. “Kuu Anfusskum wa Ahliikum Naaron” dan “Khoirunnaas Anfauhum Linnas”. “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” dan “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).”

Pemuda! kuatkan tekad dan keyakinan. Singkaplah berbagai tabir penghalang dalam menggapai masa depan. Pemuda jelas bisa menebarkan manfaat di dunia sebagaimana Nadhom Ajjurumi dalam Kitab Imrithi di atas:

Pemuda seringkali dirundung keraguan raguan. Jangankan over confidence, punya kepercayaan diri pun tidak ada. Beragam tanya muncul, dari mana memulai, mampukah, dan bagaimana caranya?

Seorang Pemuda pilihan Allah yang bergelar Khatibul Anbiya, Nabi Syuaib berkata:

ان اريد الا الاصلاح ما استطعت

“Saya tidak punya Obsesi, tidak punya keinginan kecuali memperbaiki keadaan sesuai dengan kapasitas saya”


Buatlah Perubahan!

Dalam Al-Qur’an telah disebutkan, semua yang mampu melakukan perubahan adalah pemuda. Mulai dari pemuda Ibrahim, pemuda Yusuf, pemuda Musa, kemudian para pemuda Ashabul Kahfi.

Dimulai oleh pemuda Ibrahim yang pada saat itu mulai merubah pola fikir. Orang-orang diajak rasional dan meninggalkan irasional, sehingga nama “Ibrahim” mendadak Viral waktu itu dan menjadi buah bibir, sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an:

قَالُوا۟ سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُۥٓ إِبْرَٰهِيمُ

Merek berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”.

Ringkasnya, pemuda Ibrahim membawa perubahan atas kerajaan Namrud hingga kacau balau. Yusuf pemuda yang akhirnya menjadi Raja. Musa pun pemuda yang bisa merubah arogansi Firaun. Dan kemudian Ashabul Kahfi ( 7 Pemuda) yang berani melawan Raja Dakyanus. Pun Inti dari semua itu, pemuda yang melek penguasaan lapangan, inovatif, berani memiliki gagasan dan ide, pemuda anti mainstream lah yang mampu melakukan perubahan. Hanyalah mereka pemuda yang mampu melakukan gerakan maju tak gentar membela yang benar, bukan berani maju tak gentar membela yang bayar.

Terkait peran pemuda, Rasulullah SAW. pun berwasiat, seperti dimuat oleh Imam As Sya’rani dalam Kitab Tanbihul Mughtarrin:

” أوصيكم بالشباب خيراً. فإنهم أرق أفئدة.. لقد بعثني الله بالحنيفية السمحة.. فحالفني الشباب وخالفني الشيوخ “

Aku washiyatkan kepada kalian: “Perlakukan lah para pemuda dengan baik, sesungguhnya mereka tulus dan mudah disentuh (perasaannya), sesungguhnya Allah telah mengutusku dengan ketulusan dan kemudahan, (lihatlah) mereka yang mau berkumpul denganku adalah para pemuda sementara orang-orang tua menentangku.”

Pemuda akan mudah disentuh hatinya. Seorang pemuda yang baik apabila disentuh hatinya untuk diajak berbuat jelek bisa, dan pemuda yang jelek peringainya diajak baik juga masih bisa. Beda halnya dengan orang tua yang cenderung status quo, orang tua yang baik dan yang tidak baik itu akan sulit untuk dipengaruhi. Maka itulah Rasulullah menitipkan agar para pemuda diperlakukan dengan baik, karena dikawatirkan potensi dimana dia bisa dipengaruhi untuk ke arah kebaikan akan lepas. Apabila keadaan seperti itu, besar kemungkinan para pemuda dipengaruhi oleh hal-hal yang tidak baik pula. Maka rebutlah hati para pemuda agar bisa berjalan dalam kebaikan.

Tantangan Pemuda Milenial

Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah memberikan berbagai tantangan yang menuntut perlunya kreativitas dan inovasi di beragam bidang. Tantangan itu harus bisa dihadapi generasi muda yang menjadi tonggak penerus bangsa. Pilihannya adaptif atau punah sama sekali. Pemuda memiliki tuntutan kreativitas dan inovasi di semua sektor dan lini. Tidak sekedar hanya jadi pemuda tiktoker atau pemuda pranker. Suatu keniscayaan bahwa pemuda zaman now harus punya kesadaran menguasai ilmu pengetahuan, disamping upaya menyatukan potensi pemuda dalam bidang teknologi dan lintas disiplin ilmu. Berbagai aktivitas dan inovasi para pemuda luar biasa akan bisa menjadi peluang besar untuk memajukan dan sumber inspirasi dimanapun ia singgah.

Orang muda kreatif inovasi sangat dibutuhkan bagi kemajuan bangsa. Berbagai fakta telah membuktikan akan peran generasi muda saat ini. Forbes beberapa waktu yang lalu telah merilis daftar orang paling kaya di dunia tahun 2021. Dilaporkan tahun ini ada 10 orang anak muda terkaya di dunia dengan usia di bawah 30 tahun dengan nilai kekayaan sekitar Rp 427,75 triliun.

Pemuda milenial mesti dipenuhi rasa optimistis dan menghilangkan rasa segan untuk berkontribusi dalam berbagai isu, termasuk isu negara dan isu politik dengan cara-caranya tersendiri. Generasi ini telah melahirkan beberapa tokoh yang kini mampu memiliki kekuasaan besar dan sangat berpengaruh pada kondisi dunia. Sebut saja pemuda Jigme Khesar sebagai Raja Bhutan. Pemimpin Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani yang berusia 37 tahun. Jared Kushner diusia 36 tahun bersama Ivanka Trump sudah menjabat sebagai penasehat termuda gedung putih. Sebastian Kurz di usia 31 tahun menjadi pemimpin terpilih Austria. Mark Zuckerberg, 33 tahun sebagai CEO dan pendiri media sosial terbesar dunia saat ini yaitu Facebook, bahkan tokoh kontroversi sekalipun seperti Muhammad bin Salman yang usianya 32 menjadi Putera Mahkota Arab Saudi serta pemimpin Korea Utara yang masih 33 tahun Kim Jong Un, mereka masihlah sangat muda. Masih kurang? ada lagi Sundar Pichai yang menjabat sebagai CEO Google dan Alphabet. Kemudian Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX di usianya yang terbilang masih muda sudah menjadi orang terkaya tercepat di dunia. Di Indonesia sendiri startup-startup hebat yang telah berubah jadi unicorn saat ini digagas dan dikendalikan para generasi muda.

Pemuda Berkah Demografi

Indonesia memasuki bonus demografi. Pada rentan waktu 2020-2030 an, diperkirakan usia produktif Indonesia akan sampai 70 persen. Hal ini mejadi berkah apabila pemuda produktif bisa berperan dan tersalurkan dengan baik. Sebaliknya, hanya akan jadi bencana apabila pemudanya apatis, kudet (red. kurang update), tidak berdaya guna sehingga tidak mungkin terserap pasar dan zaman dengan baik.

Pemuda millenial akan memiliki peranan terbesar saat Indonesia mengalami bonus demografi. Generasi yang menjadi tulang punggung dalam mengubah bonus dan atau bencana demografi berubah menjadi berkah demografi untuk kemakmuran bangsa dan negara. Untuk itu, pemuda saat ini meski memahami potensi tersebut. Pemuda millenial memiliki peluang dan berkesempatan untuk berinovasi dengan luas dalam ekosistem digital, sehingga peluang ini dapat menciptakan beragam ide, gagasan, inovasi dan perencanaan, bahkan menciptakan lapangan pekerjaaan untuk memacu pertumbuhan ekonomi negara.

Pemuda yang memiliki kualitas unggul akan menyadari bahwa pendidikan merupakan prioritas utamanya. Apabila kondisi pemuda Indonesia seperti itu, kita optimis akan bisa mengambil faidah dari bonus demografiis sehingga tercipta iklim yang posistif bagi kemajuan Indonesia kedepan.

Pemuda millenial menjadi poros utama kemajuan Indonesia berdasarkan syarat, jika mereka memahami dan menyadari potensi-potensi yang dimiliki seiring peranan pemerintah dalam hal regulasi dan kebijakannya.

Terkait potensi dan peluang pemuda saat ini, serta perannya dalam bernegara, Dr. Hasan Syamsi Basya mengatakan bahwa:

الشباب هم عماد الحاضر وأمل المستقبل

“Generasi muda itu adalah pilar zaman sekarang dan harapan masa depan.”

Dalam fakta dan hakikatnya, pemuda dapat memberi kemanfaatan, meski dengan hanya setitik cahaya, secercah ilmu dan gagasan, secarik wawasan pengetahuan dan pengalaman, bahkan seucap dan seutas kalimat positif, kiranya bisa membawa pada suatu perubahan dan ketertiban tatanan hidup baik secara individu ataupun dalam kelompok.


Wallahu A`lam Bissowab

اللهم صل عل سيدنا محمد       

Salam teras,

Sumber : Pemuda Dan Perubahan

Post a Comment

0 Comments