Ticker

6/recent/ticker-posts

Bidah Di Telaga Nabi?

Bagi mereka yang baru belajar Islam, termasuk Hadis, terjemahan yang terdapat dalam poster dianggap sebuah dalil yang absolut dan tidak salah. Saya memaklumi karena baru belajar.

 

Yang membuat sesat jalan pikir adalah pembuat poster itu. Hanya bermodal pengajian dan mendengar ceramah Ustaz langsung percaya. Cuma dengan mengaitkan "Ihdats" sebagai arti bidah. Dimana pun ada kalimat "sesuatu yang baru, sesuatu yang diperbarui dan derivasinya" langsung divonis bidah.

 

Kalau mengklaim ikut ulama ahli hadis monggo kita simak uraian Imam Nawawi dalam Syarah Hadis Muslim:

 

ﻭﻫﻞ ﺗﺪﺭﻱ ﻣﺎ ﺃﺣﺪﺛﻮا ﺑﻌﺪﻙ

 

"Apakah kau tidak tahu apa yang mereka perbatui setelahmu?"

 

ﻭﻓﻲ اﻟﺮﻭاﻳﺔ اﻷﺧﺮﻯ ﻗﺪ ﺑﺪﻟﻮا ﺑﻌﺪﻙ

 

Dalam riwayat lain: "Mereka mengganti sesudahmu"

 

ﻫﺬا ﻣﻤﺎ اﺧﺘﻠﻒ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﻓﻲ اﻟﻤﺮاﺩ ﺑﻪ ﻋﻠﻰ ﺃﻗﻮاﻝ ﺃﺣﺪﻫﺎ ﺃﻥ اﻟﻤﺮاﺩ ﺑﻪ اﻟﻤﻨﺎﻓﻘﻮﻥ ﻭاﻟﻤﺮﺗﺪﻭﻥ

 

Hadis ini memiliki beberapa perbedaan pendapat para ulama. Pertama yang dimaksud adalah orang-orang munafik dan orang-orang murtad (keluar dari Islam)

 

ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ ﺃﻥ اﻟﻤﺮاﺩ ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺯﻣﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺛﻢ اﺭﺗﺪ ﺑﻌﺪﻩ ﻓﻴﻨﺎﺩﻳﻬﻢ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ

 

Kedua, mereka adalah orang-orang yang di zaman Nabi lalu murtad setelah Nabi (wafat). Maka Nabi shalallahu alaihi wa sallam memanggil mereka

 

ﻭاﻟﺜﺎﻟﺚ ﺃﻥ اﻟﻤﺮاﺩ ﺑﻪ ﺃﺻﺤﺎﺏ اﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻭاﻟﻜﺒﺎﺋﺮ اﻟﺬﻳﻦ ﻣﺎﺗﻮا ﻋﻠﻰ اﻟﺘﻮﺣﻴﺪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺏ اﻟﺒﺪﻉ اﻟﺬﻳﻦ ﻟﻢ ﻳﺨﺮﺟﻮا ﺑﺒﺪﻋﺘﻬﻢ ﻋﻦ اﻹﺳﻼﻡ

 

Ketika, yaitu orang-orang yang melakukan dosa besar dan mati dalam keadaan mengEsakan Allah. Dan orang-orang yang berbuat bidah namun tidak bidahnya tidak sampai mengeluarkan mereka dari Islam (Syarah Muslim, 3/136)

 

Lha itu di no 3 ada berbuat bidah? Eit sebentar dulu. Bidah yang dimaksud Imam Nawawi di sini tidak sama dengan pemahaman bidah menurut Salafi. Di bagian lain dalam kitab Syarah Muslim ini Imam Nawawi termasuk yang membagi Bidah menjadi Hasanah dan Sayyiah.

salam teras,
sumber : https://www.facebook.com/makruf.khozin

Posting Komentar

0 Komentar